Jadi ayah pada saat ini merupakan suatu hal yang umum dan wajar-wajar saja, tapi mengingat umurnya yang baru 13 tahun ini baru luar biasa, dia adalah Alfie Patten. Dia menceritakan bagaimana dia dan pacarnya Chantelle (15 tahun) memutuskan untuk menolak aborsi setelah diketahui pacarnya itu hamil. Alfie, yang tingginya cuma 4ft, menambahkan: “Saat mamaku tahu, Aku pikir aku kan mendapat masalah besar. Tapi kami menginginkan bayi itu hanya saja kami takut rekasi dari orang-orang.”
“Aku tidak tahu bagaimana itu menjadi seorang ayah. Tapi aku akan berusaha sebaik-baiknya dan merawatnya”
Cerita Alfie yang diekspos oleh The Sun ini kontan memicu perdebatan besar di Inggris. David Cameron – pimpinan Tory – mengatakan: “Saat pagi ini aku melihat gambar-gambar ini, aku mengkhawatirkan saat ini di Inggris anak-anak akan melahirkan anak-anak pula.”
“Aku harap anak-anak ini tumbuh dalam lingkungan keluarga yang bertanggung jawab tetapi kenyataannya tidak seperti itu.”
Ibu Chantelle mengatakan: “Aku berbicara pada Chantelle bahwa sangat menyenangkan memiliki seorang bayi tapi ini tentu saja ceritanya agak lain. Kami juga punya 5 anak, jadi ini bicara soal biaya yang tidak sedikit. Tapi kami adalah satu keluarga dan bersama-sama akan menghadapinya. Bagaimanapun juga dia adalah anakku. Aku mencintainya dan dia tidak menginginkan apapun.”
Michael Aston, dari organisasi anti-aborsi LIFE, berkata: “Kami sangat menghargai keberanian mereka untuk melahirkan anak mereka ke dunia.”
“Pada saat yang sama perilaku sex bebas yang berlebihan dari anak-anak menunjukkan kebijakan pendidikan seks yang bebas bertanggung jawab itu tidak berhasil.”
Saat ini kepolisian Sussex dan lembaga anak-anak lokal mengatakan mereka telah menginvestigasi kasus ini dan akan terus memberikan support untuk orangtua-orangtua muda.
Ayah termuda di Inggris diketahui adalah Sean Stewart. Dia menjadi ayah pada usia 12 tahun ketika gadis tetangganya Emma Webster melahirkan bayinya di Sharnbrook, Bedford, tahun 1998. Mereka berpisah 6 bulan kemudian.
Ayah Alfie, Dennis, menceritakan bagaimana anaknya itu tidak mengerti sulitnya situasi yang dihadapi – tetapi kelihatan seperti putus aja untuk menjadi ayah yang harus bertanggung jawab.
Alfie ingin menjadi yang pertama untuk menggendong Maisie setelah proses persalinannya. Dengan lemah lembut dia mencium bayinya dan memberinya sebotol susu.
Dennis ayahnya , 45, mengatakan: “Dia biasanya duduk-duduk saja di rumah main Playstation. Tapi sekarang tiap hari dia di rumah sakit.”
Kehamilan Chantelle terjadi setelah dia dan Alfie – masih 12 tahun waktu itu – tidur bersama dan melakukan sex dengan tanpa kontrasepsi apapun. Chantelle menceritakan bagaimana awalnya dia merasakan sakit perut yang aneh. “Aku dan Alfie pergi ke dokter dan dokter menanyakan apakah kami melakukan sex? Aku menjawab ya dan dia mengatakan bahwa aku harus melakukan test kehamilan. Lalu dokter itu mengatakan bahwa aku hamil. Aku mulai menangis dan tidak tahu apa yang harus aku lakukan.”
“Dia mengatakan agar aku menceritakan pada mama, tapi aku takut sekali.”
“Kami tidak berpikir untuk minta bantuan orangtua. Aku pikir orang tidak akan berpikir untuk menceritakan pada orangtuanya jika mengalami hal yang sama. Bisa-bisa orangtua kita akan membunuh kita.”
Penny baru mengetahuinya setelah membelikan Chantelle sebuah T-shirt yang menampakkan perutnya yang makin membesar.
Chantelle mengakui dia dan Alfie -keduanya disupport oleh orang tuanya – akan dihukum karena kesalahan ini. Dia mengatakan: “Kami tahu kami membuat kesalahan tapi aku tidak ingin merubahnya saat ini. Kami akan berusaha menjadi orangtua yang baik.”
“Aku sudah memulai sebuah kelas di gereja dan aku akan melakukan sesuatu untuk membantu ibu-ibu muda lainnya.”
“Aku akan menjadi ibu yang baik dan juga Alfie akan menjadi ayah yang hebat pula.”
[Dikutip dari berbagai sumber]






0 comments:
Post a Comment